Tampilkan postingan dengan label Cash Flow. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cash Flow. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

Dana Darurat

Friends!! kali ini saya akan membahas dana darurat. Mungkin temna muda banyak yang bertanya-tanya di lubuk hati yang terdalam apa itu dana darurat?! sama seperti halnya teman SMA saya yang baru menikah dan telah menjadi Guru matematika, ketika saya tanyakan mengenai dana darurat, ia menjawab dengan :
"Program tabungan dari bank mana itu Dana Darurat?"  #Gubraak!!

Atas dasar hal ini pula lah, saya rasa penting untuk menuliskan perihal darurat-darurat ini ke blog saya yang satu ini. Let's cekidot ajah!!

Apa itu Dana Darurat?

Baiklah.. teman muda. Dana Darurat bukanlah sebuah program tabungan dari bank manapun, bukan nama reksadana maupun saham dan juga bukan nama celengan apalagi nama bisnis MLM. Bukan.. bukan sama sekali.

Dana darurat adalah sejumlah uang yang kita siapkan atau tabung untuk keperluan "darurat". Jadi dana darurat itu hampir sama dengan dana-dana yang lainnya, seperti dana pensiun, dana pendidikan anak dana kesejahteraan masyarakat dan dana kampaye. Well, jadi itu hanyalah "Tujuan dari menabung dana itu untuk apa?" karena untuk keperluan "darurat" maka dinamakan dengan "Dana Darurat", jika untuk keperluan kematian maka dinamakan "Dana Kematian" untuk keperluan menambah isteri dinamakan "Dana isteri ke dua" dst, *Ups!!* lol


Emang Penting Dana Darurat?

Yah, penting maupun nggak penting sebebarnya tergantuk subjeknya. Jika teman muda menganggap penting maka syukur jika tidak ya sudah. Cuman, jika teman muda ingin memiliki pengelolaan keuangan yang baik dan bisa membuat mencapai kebebasan finansial, maka DANA DARURAT ini hukumnya WAJIB!! perlu dilakukan. Hal ini juga melatih teman muda agar mandiri, jangan sampai hidup dalam bayang-bayang orang tua sampai mati. Sungguh mengerikan bukan jika ke dua orang tua sudah tidak ada lagi?! Hiiiii...

Ketika Kamu DIPECAT?!
Lanjuut!! nah, fungsi dana darurat ini sungguh banyak sekalian sob! diantaranya sebagai cadangan dana jika tiba-tiba kita di PHK (Kita?! elo aja kaliee, hueheueheu). Ya maksdunya jika Anda kena PHK!! atau yag paling sadis adalah, Anda memutuskan untuk memecat bos Anda! alias mengundurkan diri. Nah dana inilah yang dipergunakan jika kita tidak memiliki penghasilan karena tidak memiliki pekerjaan untuk sementara waktu. Tidak hanya itu saja guys! dana ini juga berfungsi untuk keperluan darurat lainnya, misalnya ada anggota keluarga yang tiba-tiba sakit atau meninggal, tanpa asuransi dan tabungannya kurang. Bisa pakai dana ini. Atau juga karena kecelakaan, juga bisa menggunakan dana ini. jadi banyak manfaatnya memiliki dana ini.


Bagaimana Cara Memiliki Dana Darurat?

Teman muda, jika ingin memiliki dana ini maka satu pesan dari saya : "Menabunglah Dana darurat Mulai Dari Sekarang!", Kenapa harus dari sekarang? karena jika ditunda nanti-nanti maka bisa-bisa itu hanya mimpi semata, hehe. Yah, ini juga karena didasari dengan besarnya dana darurat yang ideal sehingga teman-teman bisa mulai mencicil untuk menabungnya.

Lalu, berapa besarnya dana darurat? dana darurat yang ideal besarnya adalah minimal 3x dari penghasilan. Jadi jika teman-teman mempunyai penghasilan Rp 2 juta/bulan maka teman-teman harus memiliki dana darurat minimal 3x2juta= 6 juta. Dana ini disimpan dalam bentuk aset likuid (Apapulah aset likuid ini?!). Aset likuid adalah aset yang mudah dicairkan dengan cepat. Misalnya tabungan di bank, atau emas dan yang tergolong aset bukan likuid adalah aset yang tidak bisa dicairkan dengan cepat seperti tanah, maupun rumah.

Penyimpanan dana darurat ini sebaiknya dipisahkan dengan penyimpanan yang lainnya, misalnya jangan mencampurkan dana darurat dengan dana pensiun. Nanti bisa-bisa ketukar, bahkan yang paling parah adalah LUPA berapa jumlah masing-masing dana, misalnya "Ini yang jumlahnya 6 juta tabungan pensiun saya apa dana darurat ya?" nah, jangan sampai kejadian seperti itu ya, bisa repot sendiri nantinya. lol

Oke!! semoga bermanfaat!!
Share:

Minggu, 30 September 2012

Mengenal Cash Flow



Teman-teman, sesuai dengan profesi yang saya geluti saya ingin berbagi informasi kepada teman-teman yang masih muda dan penuh semangat, calon pemimpin bangsa ini.
Seperti judul artikel saya, saya mau berbagi informasi mengenai finance, khususnya mengenai cash flowCash flow adalah alur pengeluaran keuangan kita. Teman-teman ingatkah ketika kita kecil dulu, kita selalu diberikan uang jajan, pilihannya biasanya ada dua, yaitu, ditabung atau dibelanjakan semuanya, dan berapa banyak yang dapat ditabung? Ironisnya, jika kita tidak membiasakan diri menabung. Uang yang kita terima selalu habis untuk dibelanjakan dan bahkan kurang.

Teman-teman, berhati-hatilah dengan hal ini kerena kebiasaan dan ajaran yang kita terima sejak kecil jika teman-teman tidak merubahnya akan terus berlanjut sampai teman-teman dewasa dan telah berumah tangga  nantinya. Banyak sekali klien saya yang pada akhirnya harus diterapi keuangan karena hal ini. Semua berawal dari habbit. Jadi marilah kita membiasakan diri melakukan habbit yang baik.

Ketika saya kecil dulu orang tua saya sudah membiasakan kepada diri saya semenjak kecil untuk menabung yang pada akhirnya terbawa hingga saya beranjak dewasa sehingga saya tidak mengalami kesulitan untuk mulai menabung. Akan tetapi bagi teman-teman yang baru mau memulai hal ini. Marilah kita coba dengan merubah kebiasaan “Penghasilan-pengeluaran=Tabungan” dengan “Penghasilan-Tabungan=Pengeluaran” potong dulu uang teman-teman dimuka, baru sisanya dibelanjakan. Lalu berapa besar yang harus dipotong? Bisa dimulai dengan 5%, jika masih terlalu ringan naikan lagi menjadi 10%, 20%, 30% dan seterusnya. Bagaimana jika ternyata uang yang kita punya memang sudah pas dan tidak lagi dapat ditabung? Maka carilah penghasilan tambahan, teman-teman bisa mulai mencari pekerjaan part time atau yang paling saya suka adalah mulailah berbisnis!! Bisnis tidak selalu memerlukan modal yang besar, bisnis dengan modal kecil dapat dimulai salah satunya adalah dengan menjadi re-seller atau bisnis dengan menjual ide kita.

Teman-teman ada tiga alur cash flow yang dipakai masyarakat dunia. Pertama adalah alur cash flow dimana kita mempunyai penghasilan tetapi selalu habis untuk dibelanjakan. Ini adalah alur cash flow orang menengah ke bawah. Tidak percaya? Coba kita lihat, orang menengah ke bawah bekerja hari ini untuk makan hari ini, untuk makan esok hari mereka bekerja lagi. Walaupun penghasilan kita lebih besar dari penghasilan yang mereka dapatkan tapi jika alur cash flow kita masih sama seperti itu tandanya kita masih termasuk dalam cash flow orang-orang menengah ke bawah. Kita akan bekerja terus sepanjang usia kita untuk tetap bisa hidup.

Alur yang kedua, adalah penghasilan dibelanjakan untuk hutang atau kredit, dan sisanya ditabung. Pada akhirnya, hutang akan jauh lebih besar daripada tabungan yang ada. Alur ini adalah alur cash flow orang menengah, yang biasa terjadi pada eksekutif muda. Ketika penghasilan mereka naik, mereka terbawa nafsu untuk berhutang, baik itu kartu kredit, kredit gadget, kendaraan dan lain-sebagainya, ironisnya hutang yang diambil hanya karena terbawa nafsu bukan dilihat dari segi seberapa penting kebutuhannya. Orang yang hidup dalam cash flow ini, maka selamanya mereka akan bekerja untuk membayar hutang, jika hutang belum lunas, maka mereka akan tetap terus bekerja.

Alur yang ketiga adalah Penghasilan dibelanjakan untuk membeli aset, setelah aset itu telah menghasilkan dan menambah penghasilan kita baru dibelanjakan untuk hutang atau kredit. Aset ini bentuknya bermacam-macam, bisa emas, deposito, saham, reksadana, obligasi, atau mungkin bentuk bisnis kost-kostan yang dapat terus menghasilkan pemasukan tambahan. Alur cash flow ini adalah alur cash flow orang-orang kaya di dunia ini. Mereka terus menambah asetnya sehingga dapat menambah pemasukan mereka tanpa mereka harus bekerja dua kali. Satu kuncinya seseorang dapat melakukan cash flow ini adalah dengan “Bersabar” dan “Bijak” dalam menggunakan uang untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar.

Nah, sekarang setelah membaca habis artikel ini, teman-teman saat ini berada dalam cash flow mana? Apakah mau merubah cash flow teman-teman menjadi lebih baik lagi?

Jangan berkata, saya masih muda, masih sekolah jadi ini tidak berarti untuk saya. Ingat teman-teman semuanya berawal dari habbit. Jika teman-teman belum tahu bagaimana cara bermain di instrumen investasi, cara sederhana yang dapat teman-teman lakukan adalah menabung terlebih dahulu. Carilah tabungan yang tidak dikenakan potongan bulanan, saat ini telah banyak tersedia di bank.

Share: